Hari Jadi Kabupaten Lumajang ke 762 ditandai dengan prosesi budaya yang digelar di Alun-alun Lumajang, Jum'at Wage (15/12). Prosesi budaya yang ditandai dengan dikirabnya 21 Gunungan Hasil Bumi Lumajang dan diakhiri dengan Pemotongan Tumpeng oleh Bupati, Forkompinda, Jajaran OPD, Camat dan Kepala Desa seluruh Lumajang.
Cinthami, Cinta Hasil Bumi terepresentasikan dengan 21 Gunungan hasil bumi Lumajang. Masing-masing gunungan setinggi 1.5 meter yang merupakan hasil dari produk unggulan 21 Kecamatan sebagai bentuk rasa syukur dan sebuah cita-cita besar bersama untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat Lumajang pada tahun ini dan tahun yang akan datang.
“Ini merupakan wujud rasa syukur karena tanaman pertanian ini merupakan produk unggulan lokal tidak ada yang impor, gunungan ini dipersembahkan untuk masyarakat Lumajang dan untuk diperebutkan oleh masyarakat yang hadir dalam acara ini", ujar Ir. Paiman, Kepala Dinas Pertanian Lumajang saat persiapan arak-arakan gunungan.
Sementara itu, sejarah perjalanan Kabupaten Lumajang dibacakan oleh Ketua DPRD Lumajang, H. Agus Wicaksono, S.Sos. Disebutkan bahwa nama Lumajang berasal dari "Lamajang" yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya. Beberapa bukti peninggalan yang ada antara lain Prasasti Mula Malurung, Naskah Negara Kertagama, Kitab Pararaton, Kidung Harsa Wijaya, Kitab Pujangga, Serat Babad Tanah Jawi, dan Serat Kanda. Dalam Prasasti Mula Malurung yang di nyatakan sebagai prasasti tertua menyebutkan "Negara Lamajang" maka dianggap sebagai titik tolak pertimbangan hari jadi Lumajang.
Bupati Lumajang, Drs. As'at, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa Prosesi Harjalu bukan hura-hura. Tapi yang lebih dominan adalah ungkapan rasa syukur kehadirat Tuhan atas nikmat dan anugerah yang diberikan kepada Kabupaten Lumajang.
lebih lanjut Bupati menyampaikan berkat kerja keras bersama semua Jajaran OPD dan masyarakat, Kabupaten Lumajang meraih berbagai penghargaan di tingkat provinsi dan nasional.
Bupati berharap dengan diselenggarakannya peringatan dan prosesi Hari Jadi Lumajang ini, akan memotivasi semua elemen masyarakat untuk lebih bersemangat membangun kerukunan bersama yang termaksud dalam simbol gunungan hasil bumi dari 21 kecamatan se Kabupaten Lumajang.
Dalam momentum ini Bupati As'at juga melaunching Kopi Lemongan Semeru (KOLESEM), kopi lokal hasil produksi petani Lumajang yang memiliki cita rasa yang khas dan mempunyai daya saing tinggi dengan kopi dari daerah lain. Lebih lanjut melalui launching KOLESEM ini Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan kepeduliannya terhadap produk lokal agar bisa lebih baik untuk kedepannya.(Disperta-lmj)