Hari Jadi Kabupaten Lumajang ke-770 menjadi momentum untuk menegaskan peran strategis sektor pertanian dalam pembangunan daerah. Kabupaten ini tidak hanya dikenal sebagai lumbung padi utama di Jawa Timur, tetapi juga sebagai sentra buah unggulan nasional, termasuk Pisang Agung dan Pisang Mas Kirana.
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) menekankan bahwa potensi pertanian harus menjadi fondasi ketahanan pangan dan inovasi ekonomi masyarakat.
“Pertanian adalah jantung ekonomi lokal. Dari sawah hingga kebun buah, kita bisa membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Senin (15/12/2025).
Lahan subur Lumajang, didukung iklim dan topografi yang ideal, memungkinkan produktivitas padi mencapai angka tinggi dan kualitas buah yang unggul. Pisang Agung dan Pisang Mas Kirana, misalnya, tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah, memperkuat posisi Lumajang di pasar nasional.
Peningkatan produktivitas ini tidak lepas dari peran teknologi pertanian dan pendampingan pemerintah. Program bibit unggul, modernisasi alat pertanian, dan pelatihan inovasi pasca-panen menjadi strategi penting untuk memastikan petani bisa memperoleh hasil maksimal sekaligus meningkatkan nilai jual produk mereka.
Selain aspek ekonomi, pengembangan pertanian berkelanjutan juga menjadi fokus utama. Pengelolaan lahan yang ramah lingkungan, pemanfaatan air secara efisien, dan praktik agroforestry diterapkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjamin kesinambungan produksi pangan.
Komoditas unggulan seperti Pisang Mas Kirana menjadi contoh nyata bagaimana pertanian Lumajang mampu menembus pasar nasional. Para petani lokal kini tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga mengembangkan produk turunan seperti keripik pisang, sale pisang, hingga produk ekspor.
“Inovasi ini membuka ruang ekonomi baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan,” terang Mas Yudha.
Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan sektor pertanian. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas tani saling bersinergi untuk memastikan setiap potensi pertanian dikembangkan secara optimal. Hal ini sekaligus menjadi strategi meningkatkan ketahanan pangan daerah dan memberikan kontribusi pada ketahanan pangan nasional.
“Dengan menguatkan sektor pertanian, Lumajang tidak hanya mempertahankan warisan agraris, tetapi juga menciptakan masa depan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Peringatan Harjalu ke-770 ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi digital, tetapi juga bagaimana potensi lokal, khususnya pertanian diolah menjadi kekuatan sosial, ekonomi, dan budaya yang nyata bagi warga Lumajang. (MC Kab. Lumajang/Ard/An-m)