PEMKAB LUMAJANG MENDORONG PENANAMAN PADI HIBRIDA GUNA TINGKATKAN PRODUKTIVITAS

Perkembangan luas pertanaman padi khususnya untuk varietas padi hibrida saat ini cenderung masih rendah, hal ini disebabkan penilaian dan pemahaman petani terhadap varietas unggul padi hibrida masih kurang, baik tentang kegagalan panen karena serangan hama atau penyakit, kurangnya pengetahuan petani tentang varietas unggul padi hibrida serta kurangnya minat petani untuk menanam padi hibrida kecuali apabila dapat bantuan benih.
 
Sehubungan dengan itu, untuk menambah pengetahuan petani tentang padi hibrida sekaligus memotivasi dan mengembalikan minat petani untuk menanam padi hibrida, perlu adanya sosialisasi sekaligus menunjukkan kepada para petani tentang keunggulan dari padi hibrida. Dengan kegiatan temu lapang yang bertajuk Panen Padi Hibrida yang dilaksanakan di kelompok tani Wonomulyo I Desa Wonogriyo Kecamatan Tekung, Rabu 28.3.2018 yang dihadiri oleh Jajaran Dinas Pertanian, Jajaran BPP Kecamatan Tekung, Jajaran Koramil Tekung, Jajaran Polsek Tekung, Jajaran Aparat Desa Wonogriyo, PPL, para Petani serta mitra perpupukan Petrokimia-Gresik.

Dalam kesempatan ini Ketua kelompok tani Wonomulyo I, Burhan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pertanian yang telah memberikan amanah serta kepercayaan untuk menanam serta memberikan bantuan bibit hibrida aries prima.
Serta para PPL dan Babinsa yang selalu turun ke sawah untuk mendampingi kami dan memberikan penyuluhan tentang keunggulan padi Hibrida karena karena dengan program padi hibrida ini kurang diminati sampai akhirnya para petani mengerti dan sekaligus menanam padi hibrida. Ungkapnya 

Senada dengan itu Penyuluh Lapangan Mochamad Dohir, menyampaikan awal kita mensosialisasikan padi hibrida kita benar-benar ditolak di Desa Wonogriyo, namun kami harus terus menyakinkan petani agar mau menanam padi hibrida, dengan menanam demplot padi hibrida terlebih dahulu dan akhirnya petani melihat hasil yang cukup baik dan lambat-laun para petani mulai tertarik akan hasil produktivitas padi hibrida yang lebih tinggi dari padi inhibrida. Bahkan saat ini Desa Wonogriyo bisa dikatakan sentra penanaman padi hibrida. Kami akan terus merubah mainset petani yang saat ini masih fanatik dengan varietas padi yang lama seperti IR 64, Ciherang, Situ-Bagendit disisi lain varietas-varietas tersebut diberbagai wilayah rentan sekali terhadap serangan hama penyakit."Pungkasnya"

Kepala Dinas Pertanian yang diwakili Kabid Tananam Pangan Ir. Sudjono MP mengatakan 'kita semua sudah melihat dan menyaksikan langsung di sawah, ada padi yang terkena penyakit kresek dan ada padi yang menunjukkan hasil yang sangat baik, kita liat dan saksikan bersama bahwasanya dengan kondisi tanaman padi yang relatif sama, dengan pengairan yang sama, pengolahan tanah yang sama namun dengan varietas bibit padi yang berbeda yaitu Ciherang, Situ-Bagendit, IR64 dan Hibrida Aries Prima, menunjukkan pertumbuhan yang berbeda, dengan tempat dan perlakuan yang cukup sama dan kita bisa melihat hasil real yang terbukti secara nyata padi hibrida lebih unggul. Bahkan hasil ubinan yang didapatkan cukup tinggi dengan hasil 7.2 kg dengan produktivitas real 10 ton/ha.

Lebih lanjut Ir. Sudjono MP menghimbau agar petani sudah merubah pola tanam padi dengan menggunakan varietas benih bibit baru, dalam hal petani harus selalu berkomunikasi dengan rekan-rekan penyuluh dilapangan karena setiap varietas belum tentu sama dan menghasilkan hasil yang bagus tergantung dari kondisi geografis, antara lain suhu, sinar matahari, ketinggian dan kelembaban. Sekaligus Para petani harus dan mutlak menggunakan pupuk organik untuk menjaga unsur hara tanah, agar kualitas tanah kita tetap baik dan terjaga sesuai dengan spirit yang dimiliki kota Lumajang yaitu Sigarpunbulat, selain itu kebiasaan petani yang membakar jerami usai panen, harus segera dirubah agar tidak lagi membakarnya namun bisa dibuat kompos yang sangat bermanfaat sebagai pupuk organik bagi sawah dengan menggunakan dekomposer. Pungkasnya