Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat pendampingan kepada petani di sejumlah wilayah yang mulai terdampak serangan monyet. Langkah ini dilakukan agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti melalui identifikasi lapangan, pendampingan teknis, dan penerapan metode pengendalian yang sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.
Berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, serangan monyet dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya terjadi di Kecamatan Gucialit, tetapi juga mulai dilaporkan di sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Ranuyoso, Pronojiwo, dan Senduro.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, mengatakan peran penyuluh pertanian menjadi sangat penting dalam mendampingi kelompok tani menghadapi persoalan tersebut. Selain melakukan identifikasi dini, penyuluh juga bertugas memberikan edukasi mengenai metode pengendalian yang telah terbukti efektif di lapangan.
"Pendampingan akan terus kami perkuat agar setiap kelompok tani memperoleh informasi dan metode penanganan yang tepat sesuai karakteristik wilayahnya. Dengan demikian, pengendalian dapat dilakukan lebih cepat sebelum serangan berkembang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar," ujarnya.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Gucialit, Subhan Yusuf, menjelaskan bahwa karakter serangan monyet dapat berbeda di setiap lokasi sehingga diperlukan pengamatan langsung sebelum menentukan metode pengendalian yang paling sesuai.
Menurutnya, pengalaman petani di Desa Tunjung menunjukkan bahwa keberhasilan pengendalian tidak hanya bergantung pada satu metode, tetapi juga pada konsistensi penerapan di lapangan serta kerja sama antarpetani dalam menjaga kawasan pertanian.
Selain memperkuat pendampingan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mendorong kelompok tani untuk segera melaporkan apabila mulai terjadi peningkatan aktivitas monyet di sekitar lahan pertanian. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi penyuluh dan petugas teknis untuk melakukan identifikasi serta memberikan rekomendasi penanganan yang cepat dan tepat.
Melalui penguatan pendampingan lapangan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap petani tidak menghadapi persoalan serangan monyet sendirian. Sinergi antara kelompok tani, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mengurangi dampak serangan sekaligus menjaga produktivitas pertanian di wilayah terdampak. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Fb/An-m)