Lumajang — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok komoditas pisang serta keterkaitannya dengan program MBG dan HDDAP dalam kegiatan bersama petani di wilayah Lumajang, Senin (20/4).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyampaikan bahwa pengelolaan rantai pasok pisang harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari proses budidaya, panen, hingga distribusi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil serta meningkatkan daya saing produk di pasar.
Menurutnya, keterkaitan dengan program MBG membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani pisang. Sementara itu, pelaksanaan program HDDAP di Lumajang turut memperkuat aspek budidaya dan pendampingan kepada petani, khususnya dalam peningkatan kapasitas dan akses terhadap sarana produksi.
“Program MBG dan HDDAP saling melengkapi. MBG mendukung sisi pemasaran, sedangkan HDDAP memperkuat budidaya dan kelembagaan petani,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan kedua program tersebut sangat bergantung pada kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh petani dan peserta kegiatan untuk terbuka dalam menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.
“Kami minta petani menyampaikan kondisi sebenarnya, baik terkait kendala budidaya, serangan hama, kualitas bibit, maupun distribusi. Dari situ kita bisa merumuskan solusi budidaya yang tepat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, petani juga didorong untuk aktif berdiskusi dengan penyuluh dan pihak terkait guna mencari solusi bersama yang aplikatif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara penguatan rantai pasok, dukungan program MBG, serta implementasi HDDAP, DKPP berharap produktivitas dan kesejahteraan petani pisang di Kabupaten Lumajang dapat terus meningkat.