Kabupaten Lumajang tidak hanya dikenal masyarakat luas dengan potensi wisata alam yang melimpah. Banyak juga potensi yang disuguhkan seperti halnya kekayaan hasil bumi, adat istiadat, kesenian dan alkulturasi budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakatnya.
Salah satu wilayah di Kabupaten Lumajang yang memiliki sejumlah potensi tersebut adalah Kecamatan Klakah. Daerah subur di bawah kaki Gunung Lemongan itu tidak akan ada habisnya saat dikupas dalam sebuah cerita.
Nyeor Kocor atau yang lebih dikenal dalam bahasa Indonesianya Kelapa Kopyor adalah salah satu dari sekian banyak hasil bumi yang ada di Kecamatan Klakah. Beberapa masyarakatnya memilih untuk melakukan budidaya Kelapa Kopyor. Selain nilai ekonomi yang tinggi, sebagian masyarakat meyakini bahwa Kelapa Kopyor memiliki keberkahan dalam pertanian.
Seperti yang dikatakan Rohim, salah satu pemilik pohon Kelapa Kopyor di Desa Papringan Kecamatan Klakah, Kelapa Kopyor dianggap sebagai sebuah keberkahan, sehingga perlakuannya juga khusus. Disampaikan Rohim, ada beberapa ritual yang harus dilakukan seorang petani dalam melakukan perawatan pohon Kelapa. Petani harus menyediakan telur ayam yang tidak menetas, sesajen, jenang merah putih dan wewangian kemenyan.
"Setiap kamis kliwon setelah dhuhur pohon kelapa di lempar telur ayam yang tidak menetas, kasih sesajen, jenang merah putih, dan kemenyan tujuannya untuk meminta kelancaran rezeki kepada yang maha kuasa," terangnya.
Dijelaskan rohim, ritual tersebut sudah dilakukan oleh para orang tua sebelumnya dengan tujuan memohon kelancaran rejeki kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dirinya dan beberapa petani lainnya, sebagian masih menjalankan ritual tersebut sebagai salah satu warisan adat istiadat yang ditinggalkan para generasi sebelumnya.
Dalam satu pohon Kelapa Kopyor tidak semua kelapanya Kopyor. Harus dilakukan pemilahan dengan cara disentil atau dengan dikocok. Patani yang sudah mahir akan mudah mengetahui mana kelapa yang Kopyor dan mana yang biasa. (Kominfo-Lmj/Dian/Fd)