Lumajang, 9 April 2026 – Scabies pada kucing menjadi salah satu masalah kesehatan hewan yang cukup sering terjadi dan memerlukan perhatian serius dari pemilik hewan peliharaan. Penyakit kulit ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan, bahkan menurunkan kualitas hidup kucing jika tidak segera ditangani.
Scabies disebabkan oleh infestasi tungau mikroskopis yang hidup di permukaan maupun di dalam lapisan kulit kucing. Infeksi ini umumnya ditandai dengan gejala seperti gatal berlebihan, kerontokan bulu, kulit kemerahan, hingga munculnya luka akibat garukan.
Dokter hewan drh. Prista Oktafebri Y menjelaskan bahwa penanganan scabies harus dilakukan sedini mungkin agar tidak semakin parah. “Scabies pada kucing dapat menyebar dengan cepat jika tidak segera diobati. Oleh karena itu, pemilik perlu peka terhadap gejala awal seperti gatal berlebih dan perubahan pada kulit,” ujarnya.
Ia menambahkan, perawatan yang konsisten sangat penting untuk proses penyembuhan. “Selain pengobatan, kebersihan lingkungan dan tubuh kucing harus dijaga. Jangan biarkan kucing berinteraksi dengan hewan yang terindikasi sakit untuk mencegah penularan,” tambahnya.
Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah penting dalam mengendalikan penyakit ini. Pemilik kucing dianjurkan untuk menjaga kebersihan hewan peliharaan, rutin memeriksa kondisi kulit dan bulu, serta menghindarkan kucing dari kontak dengan hewan lain yang menunjukkan gejala sakit.
Dengan perawatan yang tepat, termasuk pemberian obat sesuai anjuran tenaga medis hewan, scabies pada kucing dapat disembuhkan. Kucing yang telah pulih diharapkan dapat kembali sehat, aktif, dan berperilaku normal seperti sedia kala.
Peningkatan kesadaran pemilik hewan terhadap kesehatan kucing menjadi kunci utama dalam mencegah dan menangani kasus scabies secara efektif.