Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) mengatakan, bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk menjaga kualitas hasil tanaman dan pemasaran tembakau di Lumajang, dengan memberikan pembinaan, pendampingan, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh petani tembakau.
"Karena bagaimanapun, Lumajang dulu dikenal dengan tembakaunya, dan saat ini akan kita kembalikan lagi bahwa Lumajang masih eksis dan punya potensi hasil tembakau luar biasa," katanya saat menghadiri acara Tasyakuran Panen Tembakau 2019, bertempat di Rumah Makan Pondok Asri (PA) Lumajang, Kamis (24/10/2019).
Bunda Indah juga mengatakan, bahwa saat ini hasil panen tembakau yang dihasilkan para petani di Lumajang, telah menuai hasil yang memuaskan, karena hampir semua petani mendapatkan hasil yang berlipat-lipat dari modal sampai keuntungan bersih yang diterima.
"Jadi ini merupakan rezeki yang barokah dan melimpah buat petani tembakau di Lumajang," tuturnya.
Ia menambahkan, bahwa ke depan pihaknya juga akan melakukan pembagian anggaran secara porposional, sehingga nantinya dapat realisasikan untuk pemenuhan sarana maupun prasarana melalui dana hasil cukai tembakau.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Rudi Efendi menjelaskan, bahwa musim tanam untuk tembakau pada 2019 dan tata niaga Kabupaten Lumajang memakai sistem kemitraan.
Ia juga menjelaskan, penerapan sistem kemitraan tidak banyak dilakukan di kabupaten-kabupaten lain, yang artinya kebanyakan kabupaten di luar Lumajang memakai sistem reguler, dengan kata lain tidak mendaftarkan petaninya dengan Perusahaan Rokok Djarum dan Gudang Garam.
"Nah, Ini nilai plus bagi petani Lumajang, karena dari dulu tata niaganya adalah kemitraan, teregistrasi, dan petani itu diberi kouta masing - masing. Alhamdulilah di Lumajang tembakau terserap, kecuali yang melanggar SOP perusahaan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga mengungkapkan bahwa acara tersebut adalah sebagai wujud ungkapan rasa syukur atas pendapatan dari hasil panen tembakau yang memuaskan.