Konsistensi program hulu-hilir, kunci kesejahteraan dan kemartabatan petani. Untuk menggelorakan dan mengoptimalkan kinerja pertanian, Dinas Pertanian tidak cukup hanya mengandalkan faktor keilmuan teknik umum, sebagaimana panduan program. Istilah Pertanian yang dalam Bahasa Inggrisnya adalah Agriculture, benar-benar memperoleh nilai pemahaman yang mendalam. Ungkapan ini, disampaikan Paiman, Kepala Dinas Pertanian Lumajang yang hadir mendampingi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) " Yoso Adil" Desa Yosowilangun Lor Kecamatan Yosowilangun, dalam acara selamatan Tutup Tandur mendukung Gerakan Tanam Padi 3 juta hektar Jumat siang (29/12/17).
Selanjutnya dikatakan, bahwa terkait Pertanian sungguh sangat kompleks. Tidak sekedar permasalahan, tetapi sebuah peluang yang menunggu kepedulian kita dan semua pihak.
" Ada tiga substansi penting terkait filosofi Pertanian, dalam hal culture atau budaya " demikian ungkap paiman secara serius. Ketiga kulture yang dimaksud Paiman adalah meliputi : kulture Alam, kulture Tanaman/Komoditi, dan kulture Manusia. Ketiga hal kulture harus saling terkait dan mendukung.
Pantauan di lapangan, hadir dalam kegiatan Tutup Tandur ini adalah Jajaran Forkopimca Yosowilangun, Jajaran Kepala Desa Yosowilangun Lor bersama perangkat, jajaran perwakilan petani se-Kecamatan Yosowilangun dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang mewakili Bupati bersama jajaran. Melengkapi kegiatan ini juga diramaikan oleh "Culculan Merpati" sekitar lebih dari 1.500 merpati, disamping Danglung, musik khas tradisional Desa Yosowilangun Lor.
" Melalui kegiatan Tutup Tandur, yang rutin kami lakukan betsama petani setiap akhir tahun, sebagai bentuk syukur dan evaluasi kami dalam bertani. Semoga untuk tahun-tahun ke depan hasilnya lebih baik, bagi kesejahteraan petani dan masyarakat kami" demikian ungkap H. Saiful Imam, Kepala Desa Yosowilangun Lor dalam sambutannya. Lebih lanjut disampaikan?rasa terima kasih kepada Pemerintah, atas perhatian dan bantuan yang telah diterimakan kepada petani selama ini.
" Pemerintah, dalam hal ini Bapak Bupati Lumajang selalu mewanti-wanti kami dan jajaran untuk selalu semangat bersama petani. Utamanya dengan pendampingan Jajaran Kodim 0821/Lumajang, Petani dan Pertanian Lumajang, harus semakin hebat, sejahtera dan bermartabat" demikian urai Paiman, sambil mensitir isi substansi Peraturan Bupati Nomor : 68 Tahun 2017, terkait makna dan harapan Slogan " I Like Lumajang, Jangan Lupa Bahagia, Yes Yes Yes. Lanjutkan “.
Lebih lanjut Paiman menegaskan bahwa semua Program Pemerintah untuk Pertanian dipastikan untuk kesejahteraan dan kemartabatan Petani (dan lingkungan alamnya). Oleh karenanya, semua program mari kita laksanakan secara seksama. UPSUS Pajale, UPSUS SIWAB, KUR Tani, Kartu Tani, Asuransi (Padi dan Sapi), dan berbagai program percepatan dan pemantapan pertanian lainnya, diharapkan menjadikan Rangkaian Aksi Pertanian secara Hulu - Hilir, secara terpadu, konsisten dan istiqomah. Bahkan Paiman juga menyebut, Dokumen Substansi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Lumajang yang saat ini menjadi Rujukan Nasional, harus benar-benar mampu diimplementasikan di Lapangan. Ini semua merupakan hasil kinerja kita semua. Pemerintah, Petani dan semua jajaran.
" Tuku Jamur - Diwadahi Kendil. Selamat dan Sukses Acara Tutup Tandur - Untuk Gapoktandes Yoso Adil. Nandur Pari - Ning Yoso. Kinerjone Petani - Kabeh Wong Mbutuhno ", demikian lantunan dua pantun Paiman, mengakhiri sambutannya.
Sigarpunbulatnews siang, 29/12/17 (pertanian@lumajangkab.go.d)