Petugas penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian dan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendampingi dan membantu petani, sekaligus dituntut mampu sebagai fasilitator, motivator, penghubung dan innovator dalam pembangunan pertanian. Penyuluh pertanian harus mampu memberikan ide-ide baru, memberikan pengetahuan, kemampuan dan jalan keluar bagi para petani yang mengalami kesulitan dalam alih fungsi teknologi pertanian. Selain itu, para penyuluh pertanian harus memahami akan arah dan kebijakan program/kegiatan serta layanan pertanian kedepan. Sehingga tercipta pemahaman yang sama dan sinergitas program Pemerintah Pusat sampai dengan Program Pemerintah Daerah, melalui aksi nyata sebagai sahabat dan mitra petani, guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Rapat Koordinasi ini merupakan salah satu bagian dari metode kerja dalam penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Lumajang, mengingat di Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang terdiri atas dua unsur jabatan, yaitu Jabatan Struktural sebagai pengendali kebijakan program dan anggaran serta unsur jabatan Fungsional yang bertanggungjawab dalam merakit teknologi, menyiapkan bahan rekomendasi teknologi anjuran dan penerapan teknologi tepat guna. Rapat koordinasi dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Pertanian, Kabid PIP, Kasi Metodologi dan Informasi Pertanian, Kasi Kelembagaan, Kasi Ketenagaan sekaligus Koordinator Penyuluh dan Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Lumajang yang dilaksanakan diruang Sigarpunbulat Dinas Pertanian Lumajang Rabu, 23/1/2019.
Rapat koordinasi resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Ir. Suprijono. Dalam arahannya, Sekdin mengingatkan kepada seluruh peserta rapat koordinasi agar masing-masing pemangku jabatan dan penyuluh bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pencapaian sasaran program, disiplin dalam bertugas serta bergerak sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, dengan tetap mengedepankan koordinasi dan sinergitas. Untuk terjalinnya koordinasi dan sinergitas dalam setiap upaya pencapaian program, Sekdin juga menekankan pentingnya komunikasi antar penyuluh pertanian sehingga data dan informasi dapat diketahui dan diinterpretasi dengan persepsi yang sama, "Ungkapnya".
Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait perkembangan teknologi informasi saat ini melaju sangat cepat, "Saya tegaskan semua penyuluh, agar aktif dalam memanfaatkan media sosial sebagai media penyuluhan pertanian, yang sudah semestinya harus dimaksimalkan oleh para penyuluh untuk media komunikasi dengan petani dan masyarakat. Optimalisasi diseminasi informasi pertanian akan berdampak positif dan sangat bermanfaat dalam Pembangunan Pertanian Kabupaten Lumajang. Selain itu, Sekdin juga mengingatkan semua penyuluh pertanian untuk selalu menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN), di tahun politik saat ini dirinya berharap, penyuluh tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon karena hal ini akan mempengaruhi kinerja dilapangan. Penyuluh harus tetap bertindak profesional dan jadikan aturan serta tupoksi sebagai pedoman saat bekerja. "Simpan keberpihakan sampai nanti tanggal 17 April 2019 di bilik suara, karena bagaimana pun juga kita punya hak untuk memilih," ujar Suprijono.
Hal senada juga disampaikan Kabid Penyuluhan dan Informasi Pertanian Ir. Annur Farid, dalam rapat koordinasi ini ia mengutip "Bekerjalah dengan Cerdas di Era Digital ini". Ia mengajak para penyuluh untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam melakukan pendampingan kepada petani. Penyuluh harus bisa berkomunikasi dan menyapa petani di media sosial. "Bantulah para petani, agar bisa mengikuti di era digital dalam menyelesaikan permasalahannya. Lebih lanjut ia, menekankan kepada para penyuluh agar terus meningkatkan kompetensi dalam rangka mendukung pemberdayaan petani di Kabupaten Lumajang, dengan gerakan pemberdayaan petani terpadu melalui penyuluhan dan pelatihan untuk mengawal 7 komoditi strategis Nasional, "Ungkapnya".
Lebih lanjut, dalam rangka mendukung tercapainya percepatan peningkatan produksi 7 komoditas strategis nasional yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, daging, tebu, dan cabe, maka diperlukan peningkatan peran penyuluh pertanian dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Untuk mengawal program ini di pihaknya sudah memerintahkan kepada seluruh penyuluh untuk menumbuh kembangkan kelompok tani. "Jadi jika petani kita belum berkelompok maka segera berkelompok, yang sudah berkelompok maka akan terus dibina agar menjadi kelompok tani kelas utama, "Tuturnya".
Dalam rapat koordinasi ini, ia juga menjelaskan tentang program kerja Bidang Penyuluhan dan Informasi Pertanian, diantaranya terdapat kegiatan rembug tani yang dilaksanakan diawal tahun dengan output penyusunan programa, peningkatan kapasitas kelembagaan petani dengan menyiapkan bahan penilaian dan pemberian penghargaan bagi penyuluh dan petani berprestasi, yang selanjutnya akan kita delegasikan petani, kelompok tani dan mantri tani berprestasi untuk berpartisipasi di lomba tingkat Provinsi. Selain itu, kita mempunyai inovasi baru terkait dengan kegiatan temu lapang yang nanti secara teknis akan kita berikan sentuhan baru. Lebih lanjut, kualitas data statistik pertanian sudah sangat baik dan terus kami optimalkan, "Tidak boleh ada keterlambatan pelaporan data SP oleh petugas pencatat data BPP Kecamatan semua harus tepat waktu, "Tegasnya". Lebih lanjut, pemaparan detail hal teknis Bidang Penyuluhan dan Informasi Pertanian langsung dipresentasikan dan dijelaskan oleh Kasi Metode dan Informasi Pertanian, Kasi Kelembagaan dan Kasi Ketenagaan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang. (Diperta-Ay.Ay)