taf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian, DR. Ir. Sumardjo Gatot Irianto menyampaikan apresiasi terhadap aksi nyata yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap pengendalian alih fungsi lahan, dengan penetapan Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) No. 7 Tahun 2018.
Tak tanggung - tanggung, lahan yang telah masuk dalam LP2B tercatat 30.000 hektar, dari 32.000 hektar lahan keseluruhan.
"Ini satu - satunya Kabupaten yang lahannya 32.000 hektar, di LP2B kan 30.000 hektar, biasanya 10% - 15% dan ini luar biasa," kata Sumardjo dihadapan para awak media, Kamis (30/01/2020).
Sumardjo mengatakan, Pemerintah Pusat akan memberikan insentif atas banyaknya lahan yang telah masuk dalam LP2B. "Tentu pemerintah pusat akan memberikan insentif," ucapnya.
Lanjutnya, ia meminta agar Pemkab dapat terus melakukan pengawalan terhadap LP2B. Menurutnya, melalui aturan saja tidak cukup, namun juga tetap harus dilakukan pengawalan guna mensejahterakan para petani di Lumajang.
"Ini kita memang mengangkat, membesarkan, mempromosikan contoh nyata di dalam kehidupan yang sebenarnya, melalui aturan saja tidak cukup, tetapi juga harus dikawal. Tadi Pak Bupati komitmen, tetapi di bawah juga harus di kawal, siapa yang mengawal, ya media dengan masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan, aksi nyata tersebut, merupakan komitmen pemkab untuk memberikan kesejahteraan bagi para petani di Lumajang. Bukan hanya untuk menjamin ketersediaan produksi pangan, namun lebih jauh menjamin akses petani atas lahan.
"Jadi Lahan yang telah masuk dalam LP2B tidak boleh diapa-apain selain pertanian, tidak boleh dibuat bangun rumah, pabrik, pergudangan, tidak boleh, semua untuk pertanian," tegasnya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Cak Thoriq itu, menyampaikan Pemkab juga akan terus mengoptimalkan pertanian, terutama soal padi dan beras yang ada di Lumajang.
"Ini nanti kami akan didorong oleh Kementrian dalam mengoptimalkan pertanian organik yang ada di Lumajang, karena itu yang menjamin daya saing bagi para petani, karena itu ekspor," katanya.
Ia berharap, Pemkab Lumajang dapat besinergi dengan Pemerintah Pusat melalui berbagai program, sehingga ada percepatan terhadap pengoptimalan potensi pertanian yang berdaya saing. (Kominfo-lmj/Ard/Ydc)