Lumajang – Pemerintah bersama Kementerian Pertanian menggelar Gerakan Percepatan Tanam Serempak di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur sebagai upaya strategis memperkuat ketahanan pangan dan mencapai target swasembada pangan nasional.
Kegiatan yang dilaksanakan serentak pada April 2026 ini melibatkan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga TNI dan Polri.
Gerakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap tantangan perubahan iklim, khususnya menghadapi musim kemarau yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Selain itu, percepatan tanam juga ditujukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah risiko hidrometeorologi.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menargetkan peningkatan luas tambah tanam (LTT) secara signifikan, bahkan hingga dua kali lipat dari capaian sebelumnya guna mengejar target produksi nasional.
Sejumlah daerah, seperti Bojonegoro dan Tulungagung, telah melaksanakan kegiatan tanam serempak dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Upaya ini juga didukung inovasi teknologi pertanian, penyediaan sarana irigasi, serta penguatan koordinasi antarinstansi.
Pemerintah menilai bahwa peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman menjadi kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan, seiring dengan adanya tantangan penurunan luas lahan sawah di beberapa wilayah.
Selain pendekatan teknis, gerakan ini juga mengedepankan kebersamaan dan partisipasi aktif petani sebagai ujung tombak sektor pertanian. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Melalui gerakan percepatan tanam serempak ini, pemerintah optimistis target produksi padi nasional dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.