Dorong Pangan Bergizi, Poktan Sumber Tani Terima Bantuan Pengembangan Hortikultura Cabai Merah

Lumajang – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan bergizi dan peningkatan produksi hortikultura, Kelompok Tani (Poktan) Sumber Tani di Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, mendapatkan pendampingan dan bantuan dalam program Pengembangan Kawasan Hortikultura Cabai Merah Besar, Selasa (tanggal bisa ditambahkan).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program verifikasi dan penyaluran bantuan yang berasal dari Bidang Hortikultura Provinsi Jawa Timur serta dukungan Proteksi Tanaman dari Laboratorium Tanggul. Bantuan yang disalurkan antara lain:

  • ? Pupuk organik padat sebanyak 4 ton

  • ? Pupuk organik cair 92 liter

  • ? Dolomit 4 ton

  • ? Pupuk NPK 5 kwintal

  • ? PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebanyak 100 liter

  • ? Trichoderma 100 liter

  • ? Pupuk hayati lainnya

  • ? 100 batang tanaman bunga refugia

Program ini bertujuan untuk mendukung sistem budidaya tanaman cabai merah yang ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan produk hortikultura yang aman dan bergizi tinggi untuk masyarakat.

Menurut salah satu perwakilan dari Bidang Hortikultura Provinsi Jawa Timur, verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan diterima dan digunakan oleh kelompok tani secara tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan ini tidak hanya sampai di lokasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung produksi yang sehat, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Sumber Tani menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kelompok tani di daerah pegunungan seperti Pronojiwo.

“Bantuan ini sangat membantu kami. Dengan pupuk dan pendampingan teknis, kami optimis hasil panen cabai ke depan akan lebih baik, dan kualitasnya juga bisa bersaing di pasaran,” ujarnya.

Penambahan bunga refugia juga menjadi langkah penting dalam pengendalian hama secara hayati, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus mempercantik lahan pertanian.

Program ini diharapkan menjadi percontohan pengembangan kawasan hortikultura terpadu di wilayah rawan pangan dan iklim ekstrem seperti Pronojiwo, serta mendukung visi besar pembangunan pertanian yang sehat dan bergizi di Kabupaten Lumajang.