Pengendalian Hama Tikus di Lahan 50 Hektare Dilakukan Serentak di Desa Sukosari

Lumajang, 15 April 2025 — Sebagai upaya menekan populasi hama tikus yang meresahkan petani, pengendalian tikus secara serentak dilaksanakan di Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini menyasar area persawahan seluas 50 hektare dan melibatkan berbagai pihak, termasuk petani dan instansi terkait.

Pengendalian dilakukan dengan berbagai metode yang didukung oleh bantuan dari pemerintah, di antaranya:

  • Penggunaan Rodentisida sebanyak 10 kg, disalurkan sebagai bantuan pemerintah untuk langsung diaplikasikan pada lahan-lahan yang terdampak.

  • Emposan beracun menggunakan 100 batang Basmikus, bantuan pemerintah ini ditempatkan langsung ke lubang sarang tikus untuk membasmi secara langsung.

  • Emposan menggunakan belerang, dengan memanfaatkan 4 set alat emposan dan 2 kg belerang, untuk menghasilkan asap beracun yang dimasukkan ke sarang aktif tikus.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak agar pengendalian berjalan maksimal dan tikus tidak berpindah ke lokasi lain. Pendekatan ini terbukti lebih efektif karena serangan dapat ditekan secara luas dan menyeluruh.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, yaitu:

  1. Perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sebanyak 1 orang

  2. Kepala Desa Sukosari

  3. Babinsa Desa Sukosari

  4. Bhabinkamtibmas Desa Sukosari

  5. Petugas POPT TPH Provinsi Jawa Timur sebanyak 2 orang

  6. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebanyak 4 orang

  7. Petani sebanyak 39 orang, yang tergabung dalam Kelompok Tani Tani Mulya dan Margi Rahayu

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para petani yang merasa terbantu dengan adanya dukungan pemerintah serta sinergi antarinstansi. Salah satu petani menyampaikan bahwa serangan tikus tahun ini cukup masif, namun dengan kegiatan bersama seperti ini, mereka merasa lebih siap menghadapi tantangan tersebut.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus digalakkan di wilayah lain agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan lokal semakin kuat.